Rabu, 28 Desember 2011
yang terhormat kepada abdul gofar aman (tertulis)
yang terhormat kepada abdul gofar aman, tertulis ini ku tujukan padamu..
Bismillahirrahmanirrahim,
Matahari sudah turun tergelincir dari cakrawala. Awan hitam segera menyergap datang.
Seakan mereka semua ikut turut berduka atas kepergian seseorang yang tercinta.
Waktu tlah menggelinding menurut kehendak Allah.
Seharusnya tak ada air mata yang turut mengalir atas terjadinya semua ini. Hanyalah keikhlasan yang seharusnya membalut hati dengan ketegaran.
Begitu pula dengan aku,
Hari ini adalah selasa, pada 27 desember di akhir tahun 2011 terindah dalam kehidupanku.
Kehidupan terbaikku yang tlah ku jalani.
Berdiri, menggenggam tangan seseorang yang terbaik dalam hidupku.
Berjalan dengan senyum termanisku, menebar kebahagiaanku kepada khalayak ramai disekitarku.
Duduk manis merangkul kehangatan sebuah kasih sayang yang ku dapat dari seorang penggemar sekaligus pemain bola terbaikku.
Tuhan, beri aku kekuatan untuk mengatakan bahwa segalanya yang terindah itu sudah berakhir, sejalan lurus dengan berakhirnya tahun 2011 ini.
Keheningan senja pada desember hari ke 27 di akhir tahun 2011 itu seakan terusik oleh jatuhnya air mataku karna kebahgiaan yang tlah ku terima selama ini.
Sepotong kue coklat termanis dengan satu lilin merah pilihan itu adalah saksi sebuah perasaanku yang mungkin tak terungkapkan dengan panjang kalimat yang terucap.
“ini buat amel yang kotak, yang ini coklat buat kamu” ucapku dengan menangis tertahan.
“maafin aku ya” sebuah kalimat pelan yang mengiris sebagian hati kerasku yang seakan melunak.
Telapak tangan bersihku ini mencoba berani mengusap kepalanya dengan sedikit membawa emosi bahwa aku tak ingin segera pergi dari tempat ku berpijak.
Mencoba berbalik dengan mengatakan “gue sayang lo pay”.
Berlari kecil seakan aku bodoh karna meninggalkan tempatku berdiri dengan tanpa sedikitpun menatap matanya.
Tuhan, beri aku kekuatan untuk mengikhlaskan bahwa semua ini tlah berakhir.
Angin malam di hari itu seakan beraroma getir, menabrak seluruh tubhku yang tak kuat akan menahannya.
Tak ada kalimat yang terucap selain “terimakasih” untuknya.
Genggaman terakhir tangannya begitu dingin seakan tlah terhapus segala kehangatannya yang dahulu.
Tuhan, aku tak ingin merasa tersakiti akan semua ini.
Aku tak ingin menjadi sebuah beban dalam kehidupannya lagi.
Aku tak ingin menjadi sebuah masalah untuk hidupnya, kebahagiaannya adalah satu hal penting dalam hidupku,
“satu hal yang paling menyakitkan bukanlah ketika orang yang kita cintai tlah meninggalkan kita tapi, ketika kita melihat orang yang kita cintai tak bahagia dan kita tak bisa berbuat apapun untuknya”
Aku tak ingin menjadi seperti itu, tak ingin menyesal karna melarang segala kebahagiaannya.
Luka ini mungkin memerih, mengiris sebagian hatiku, meninggalkan penyesalan terdalam di sepanjang sejarah waktuku.
Namun aku harus mengejar matahari ku, agar aku tak terpuruk nanti.
Dalam doa di solat malamku, aku ingin yang terbaik untukmu,
Untuk kebahagiaanmu, untuk masa depanmu.
Tuhan, lebih mengerti jalanku, Tuhan begitu menyayangimu, bahkan akupun tak diizinkan untuk sekedar memilikimu di hari-hariku.
Bola itu tlah menggelinding cepat, secepat ketika aku mengenalmu dan larut dalam rasa sayang yang begitu indah di sepanjang tahun.
Bola itu juga yang tlah begitu membuatku cemburu, karna aku tlah menjadi yang kedua dalam kehidupanmu.
Bola itu juga yang menjadi alasan yang begitu kuat untukmu mengambil sebuah keputusan yang harus aku terima.
Dah harapanku, hanyalah pada bola itu. Semoga kelak nanti bola itu yang bisa menyatukan kita.
Dan bola itu juga yang akan memberikan pengertian padamu, bahwa aku juga mencintai bola dan kamu.
Terimakasih untuk awal tahun 2011 yang terindah dan akhir 2011 yang akan selalu membekas dalam sejarah waktuku.
Aku begitu membenci menulis ini, karna tulisan ini kutujukan padamu.
Aku begitu menyayangi mu tanpa batas, tanpa kebohongan.
“sayang elo, abdul gofar aman”
“memang aku yang terlalu mencintai kamu berlebihan,
maafkan aku, yang membatasimu,
seakan-akan hidupmu hanyalah untukku,
aku sadari, aku yang salah,
selama ini ku curiga tanpa alasan, ku ragukan kebebasan mu,
aku cemburu, hanya cemburu,
saat kamu, tak berada disampingku,
aku tak tahu,
suatu saat nanti, aku sendiri, tanpa cinta dari dirimu, ku tak bisa merindukan mu,
aku cemburu
hanya cemburu,
saat kamu tak berada disampingku”
arapopay 29 november 2010-27 desember 2011
LOVE
ara
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

thankyou yah yang udah pada baca, walaupun gue yang minta whahaha
BalasHapusnii luu yang buat ?
BalasHapuskeren sar,,
kereeen kata-katanya :D
BalasHapusrezian : iya dong gue haha
BalasHapuskalo lagi galau, gituan sih ngalir sendiri haha
valin : makasih yaa val :)
it's great. kalo lagi galau emang kata-kata nyentuh ngalir mulu sar. jangan halangin ke10 jari lu untuk nyentuh kotak-kotak huruf di keyboard ya :D
BalasHapusrizqa :) makasih bangeeet yah. galau itu ga selalu negatif, kadang galu juga yang bikin catetan kecil ga berarti jadi indah deeh haha
BalasHapus